Senin, 17 Januari 2011

“Masihkah bisa Qta menjadi sahabat?”


^Masih adakah cinta^

Tak akan pernah sirnah bayang ttg dirimu
Mengharap kau kembali kedalam pelukan

Hanya Sesakan perih luka yg semakin dalam
Sampai kapan ku harus tangisi rindu yg tak terbalas

Masih adakah cinta untukku walau hanya utk kau kenang
Andai hrs kehilanganmu akan ku bawa hatimu ke dalam jiwaku

Kemana cinta ini akan ku persembahkan
Bila kesetiaanku hanyalah bagimu kekasihku

Luka di dalam dada semakin terasa pilu
Andaikan kesempatan untuk memiliki

Lagu Ada Band itu mengingatkanku pada seseorang.. Lagu itu sangat mewakili perasaanku. Lagi – lagi tentang cinta, semua karena cinta..


Tadinya hubunganku dengannya baik – baik saja. Kami sering sharing bareng kalau pas waktu Istirahat tentang pelajaran. Sampai saat dimana temanku sering meledeknya kalau aku menyukainya. Yaa, salahnya aku menceritakan perasaanku kepada temanku itu. 

Sejak saat itu setiap Qta dekat seperti ada yang beda,, nggak seperti sebelumya. Seperti ada tembok yang membatasi ruang gerak Qta. Dan Qta pun mulai saling menghindar,, entah siapa yang memulai???
Selama tiga tahun Qta satu kelas,, tapi Qta tidak pernah bertegur sapa lagi. Aku tahu kenapa dirinya seperti itu? Yaa,, aQ harus menerima kenyataan kalau ia mungkin tidak menyukaiku.

Ia jadian dengan temanku itu, teman yang selalu meledek aku dengannya. Rasanya sakit banget, tapi tak lama mereka jadian hanya satu hari. Tapi setelah kejadian ia diputuskan oleh temanku itu, ia berubah menjadi 180 derajat. Ia menjadi lebih pendiam,, mungkin temanku itu cinta pertamanya makanya ia sampai terluka seperti itu.

Dan lukanya itu makin parah karena ia harus merasa kehilangan lagi orang – orang yang benar ia sayangi yaitu Ibunya. Saat aku dan teman – teman ke rumahnya, aku lihat matanya seakan berbicara kalau ia sakit tapi aku tak bisa berbuat apa – apa karena hubungan Qta benar – benar Miss Comunication.

Waktu itu kenaikan kelas tiga, tentunya aku berharap agar bisa sekelas lagi dengannya. Aku berpikir aku hanya ingin melihatnya tanpa harus memilikinya. Aku ingin sekali melihat dia yang dulu sebelum ia terluka dan sejak ia dekat dengan seorang wanita yang satu kelas juga dengan aku dan dia,, ia sudah mulai menemukan cintanya. Aku bisa baca itu dari matanya,. Kali ini rasa sakit yang aku rasakan sangat luar biasa tapi bukannya sebelumnya aku sudah berjanji untuk ikhlas melepaskannya asal dia bahagia.

Mungkin bodohnya aku saat ia terpuruk, aku tak ada di sampingnya karena egoku yg terlalu besar. Itu  adalah hal terbodoh yang pernah aku lakukan.

Yang aku dengar kabarnya sekarang ia masih bersama dengannya walaupun sering putus nyambung putus nyambung. Mungkin dia telah menemukan cinta keduanya dan semoga menjadi cinta terakhirnya. Aku lega karena aku bisa merasakan kebahagiaannya. Syukurlah kalau dirimu bisa menemukan cintamu.. Satu pintaku yang sampai saat ini tak pernah berani ku utarakan padamu “Masihkah bisa Qta menjadi sahabat?”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar