Minggu, 16 Januari 2011

CeRpeN ^MimPi yg TerTuNda^

Minggu  ini Tira sibuk Latihan Voly karena minggu depan ada Voley Competition antar SMA se-Jakarta Timur. Setiap pulang sekolah Danar selalu setia menunggu Tira Latihan voly di pinggir lapangan. Tapi itu bukan alasan utamanya, sebenarnya ia ingin melihat Haris, Kapten Tim Voly Putra yang menjadi pujaan hatinya .
          “Dan, mata lw nggak juling apa? Dari tadi tuch lw nggak ngedip liat Haris.” Tira heran karena dari tadi mata Danar tak lepas dari Haris. Danar tidak menghiraukanku, matanya masih tetap saja tertuju kepada Haris. Karena kesal dikacangin, Tira membereskan tasnya untuk bersiap – siap pulang.
          “Ra, udah selesai latihannya? Kok cepat banget sich?” Danar baru saja tersadar dari lamunannya.
          Tira tak mempedulikan Danar, ia pura – pura sibuk membereskan isi tasnya.
          “Ra, lw kenapa sich? Kesambet lw yach?” Danar tidak merasa bersalah sedikitpun.
          “Lw tuch yang kesambet setan gunung. Dari tadi lw tuch ngacangin gw.” Jawab Tira sewot. “Ya udah ayo pulang, dikit lagi Maghrib.”
          Haris menghampiri mereka berdua, “Kenapa, Ra kok belum pulang? Dari tadi gw liatin lw berdua berantem kaya anjing sama kucing tau.”
          “Tau tuch Danar dari tadi disuruh pulang eh malah ngliatin … awwww” Lengan Tira dicubit oleh Danar. “Apaan sich lw, Dan? Sakit tau!” Tira mengusap-ngusap lengannya.
          “Ya udah yach, Ris kita pulang dulu. Entar Tira dicariin majikannya lagi.” Danar menarik lengan Tira dengan paksa.
          “Daripada lw. Dicariin sama anak dan suami lw.” Ujar Tira nggak mau kalah.
          Haris hanya tersenyum melihat mereka berdua karena kelakuan mereka kaya anak kecil. “Kalian berdua tuch lucu banget sich? Ya udah, daripada kalian berantem mendingan kita pulang. Mau sekalian nggak bareng sama gw?” Haris menawarkan tebengan mobil.
          Si Danar langsung mengangguk kegirangan.
          “Emang lw, Dan yang ditawarin? Orang gw juga yang ditawarin?” Ledek Tira, Tira tau pasti Danar senang banget karena bisa dekat dengan Haris.
          “Jahat banget sich lw, Ra.” Ujar Haris.
          “Iya tuch si Tira  emang teman yang tidak berprikemanusiaan dan berprikeadilan.” Danar senang karena ia dibela oleh Haris. “Ya udin yuk, Ris. Dikit lagi Mau maghrib neh.”
          “Lw nggak pulang, Ra?’’ Tanya Haris.
          “Gw mau shalat maghrib di sini aja dulu deh. Ya udah kalian duluan aja. Hati – hati yach, Ris teman gw belum jinak tuch!”  Tira mencari alasan agar Danar bisa berduaan dengan Haris.
          Danar tersenyum ke arah Tira seakan mengucapkan terima kasih karena diberi kesempatan berdua dengan Haris . Mereka berdua meninggalkan Tira, Tira menuju ke mushalla untuk bersiap – siap menunaikan shalat maghrib.
          Setelah selesai shalat maghrib, Tira baru saja teringat kalau ia harus mengambil bukunya yang tertinggal di kelas. Tapi Tira ragu untuk mengambilnya karena jam sudah menunjukan pukul 18.30.
          Akhirnya ia memberanikan diri untuk ke kelasnya di lantai tiga karena besok ada ulangan. Sesampainya di kelas, Tira langsung mengambil bukunya di laci mejanya. Ia langsung lari meninggalkan kelasnya tetapi langkahnya terhenti karena di pojok sana pintu perpustakaan agak terbuka dan lampu perpustakaan menyala. Apa ada orang di dalam sana? Tira memberanikan diri untuk melihat ke dalam perpustakaan.
          Ternyata benar di dalam perpustakaan masih ada seorang siswa yang masih mengenakan seragam sedang sibuk mencari – cari sesuatu di rak buku. Tira menghampirinya dan menepuk bahunya.
          Dia menengok ke arah Tira, wajahnya pucat sekali. Apa dia sedang sakit?
          “Sory, ada yang bisa gw bantu?” Tira menawarkan bantuan.
          “Gw lagi cari buku bentuknya kliping dan isinya itu kumpulan cerpen. Cover plastiknya warna biru, namanya Adelia.” Ia menjawab dengan sedetail – detailnya.
          “Ohh, iya udah gw bantuin cari.” Tira mulai mencari – cari buku yang dia maksud. “Oh iya nama lw siapa? Kok gw nggak pernah liat lw yach?Lw anak Palapa kan?”
          “Gw Ardi.” Jawabnya singkat tanpa menengok ke arah Tira.
          “Ardi… kayanya gw familiar dech sama nama itu.” Tira mencoba mengingat – ngingat sesuatu karena dia begitu familiar dengan nama itu. Tira memutar – mutar otaknya.
          “Lw tuch kebanyakan ngomong yach? Lw niat nggak sich bantuin gw?”
          Tira langsung melanjutkan mencari buku yang Ardi maksud. “Gila nech cowok jutek banget. Tau gitu gw malas bantuin lw.” Batin Tira.
          Setelah lama mencari buku itu di semua rak buku, akhirnya Tira menemukan buku yang Ardi maksud. Tira menemukan buku itu di rak buku bagian Sejarah. Buku itu terselip di antara Buku Sejarah Perang Dunia I & II yang tebalnya sudah membuat kita enggan untuk membacanya.
          Tira menyerahkan buku itu ke Ardi, Ardi hanya membolak – balik buku itu untuk memastikan kalau buku itu masih dalam keadaan baik.
          “Thankz yach?” Ujar Ardi dengan nada datar.
          “OMG.” Tira baru saja tersadar kalau hari sudah malam. Ia mengambil Hp-nya di saku bajunya untuk melihat jam. Ternyata sudah pukul 21.15.
          “Ra, gw boleh minta tolong sama lw? Tolong kasih buku ini ke Adelia, bilang sama dia gw minta maaf karena gw nggak sempet untuk mewujudkan mimpi dia.” Ardi memandang Tira dengan penuh harap.
          “Ya udah yuk pulang?” Ardi menggandeng tangan Tira, tangan Ardi dingin sekali sampai membuat bulu kuduk Tira berdiri.
          “Nggak mungkin.” Pintu perpustakaan ternyata sudah terkunci. Tira mulai cemas, ia nggak mau menginap di Perpustakaan dngan cowok yang baru ia kenal tadi. Ringtone Hp Tira berbunyi, sms dari Haris.


From : Haris
U Gi ngapz?gi bLjr yacH?W ggu g?

          Dengan cepat Tira langsung membalas sms dari Haris.

To : Haris
Ris, tLongin W,W kekunci d’Perpus ma Ardi.W tkut bed neh.Plis lw k’sni!

          Tak lama ringtone Hp Tira berbunyi, telepon dari Haris.
          “Halo,Ra. Lw nggak apa – apa kan?”
          “Ris, gw kekunci di perpus. Ceritanya panjang.”
          “Ya udah gw ke skul sekarang. Lw sama  siapa di situ? Gw pengen ngomong sama dia.”
          Tira mengamati di sekeliling ruangan tapi ia tidak melihat Ardi. “Ris, lw cepet dech ke sini. Tadi tuch di sini ada Ardi tapi sekarang Ardi nggak ada. Gw nggak tau dia ke mana. Nggak mungkin.” Tira baru saja teringat kalau ternyata Ardi itu yang selalu diceritakan oleh siswa – siswi SMU Palapa tentang kisah cintanya yang tragis.
          “Lw jangan takut. Tunggu gw  di sana.” Haris menutup teleponnya.
          Tira langsung shock, ia mendekap buku cerpen dan Hp-nya dengan erat. Tiba – tiba kepala Tira pusing dan ia sudah tidak sadarkan diri lagi.

***

          Dua tahun yang lalu peristiwa itu terjadi. Ardi sudah dua tahun menjalin hubungan dengan Adelia. Tepat dua minggu sebelum ulang tahun Adelia yang ke-17, Ardi ingin memberikan surprise ke Adelia. Ia ingin sekali menerbitkan kumpulan cerpen yang ditulis oleh Adelia. Sepulang sekolah, Ardi pun bermaksud ingin ke tempat Omnya yang bekerja di Penerbitan. Di tengah jalan, Ardi baru saja teringat kalau cerpen itu tertinngal di Perpustakaan, waktu istirahat Ardi memang sedang membaca cerpen itu di perpustakaan. Karena bel masuk kelas berbunyi, Ardi terburu – buru sampai ia lupa membawa cerpen itu.
          Sepulang sekolah ia bermaksud untuk mengambil cerpen itu ke Perpus tapi ia lupa. Mungkin ia terlalu semangat ke tempat Om-nya, Ia sudah tak sabar melihat Adelia bahagia karena mimpinya terwujudkan.
          Ardi pun berputar arah untuk kembali ke sekolah. Tapi naas motornya menabrak pembatas jalan dan ia terluka parah. Saat ia dibawa ke rumah sakit, nyawanya sudah tidak tertolong  lagi.
          Hari ini Tira, Haris dan Danar bermaksud  ingin pergi ke rumah Adelia untuk mengembalikan cerpen yang dititipkan oleh Ardi. Haris sudah mencari tau di mana alamat rumah Adelia dan nomor telepon rumahnya lewat Tata Usaha Sekolah.
          Sesampai di rumah Adelia, mereka bertiga disambut dengan ramah oleh Adelia. Adelia mempersilahkan mereka duduk.
          “Mau minum apa neh kalian?”
          “Apa aja,Kak yang penting bisa melegakan tenggorokan.” Jawab Danar.
          “Ohh, tunggu sebentar yach?”
          “Maaf yach,Kak ngrepotin.” Ujar Tira.
          “Nggak apa-apa kok.” Adelia menuju ke dapur. Tak lama ia membawakan minuman dan makanan kecil.
          “Silahkan dicicipin?” Tawar Adelia.
          “Makasih,kak?” Jawab Haris.
          “Oiia, katanya kalian mau membicarakan sesuatu. Apa sich?” Tanya Adelia penasaran.
          “Maaf yach, Kak  sebelumnya. Saya nggak bermaksud untuk ngungkit masa lalu kakak.” Tira bingung harus memulai cerita dari mana. “Ini,Kak?” Tira menyerahkan buku itu kepada Adelia.
          Raut wajah Adelia berubah menjadi sedih, sepertinya ia teringat kembali tentang masa lalunya dan tentang kisah cintanya.  “Nggak apa kok. Tira bener liat Ardi?” Tanya Adel, ia masih belum percaya dengan cerita dari Haris.
          Tira hanya mengangguk kecil. ”Kak Ardi minta maaf karena nggak sempet mewujudkan mimpi Kak Adel.”
          “Mimpi itu udah nggak penting lagi sekarang karena mimpi itu udah buat orang yang paling kakak sayang pergi untuk selama – lamanya dan sampai sekarang kakak belum bisa menerima itu semuanya.” Air mata Adelia jatuh di kedua pipinya.
          Tira mencoba menenangkan Adelia. “Mungkin di balik ini semua ini Tuhan punya  rencana lain buat kakak. Kakak harus relakan Kak Ardi pergi, hanya dengan begitu Kak Ardi bisa pergi dengan tenang. Kakak jangan nangis lagi yach? Kakak nggak pengen kan liat Kak Ardi sedih di sana?”
          “Makasih yach, Ra?” Adelia menghapus air matanya, ia mencoba untuk tersenyum.
          “Gitu dong, Kak senyum. Senyum kakak tuch menyerahkan dunia. Hehehe. Kak, Tira boleh nggak pinjam cerpennya soalnya kemarin Tira belum selesai bacanya.”
          “Ya udah , kakak punya salinannya kok.”
          “Thankz yach, kak. Kita pulang dulu yach yach,Kak abis udah sore?” Merka bertiga pamit untuk pulang. Tira sudah tidak sabar untuk menjalankan rencananya.
          “Kenapa lw, Ra senyum – senyum? Kesambet lw yach?” Tanya Danar, ia aneh melihat Tira dari tadi senyum – senyum sendiri
          “Ada dech, ini rahasia perusahaan.”
          “Dasar lw cewek nggak jelas.”
          “Biarin hwek. Daripada lw cewek nggak waras.”
          “Kurang ajar lw yach, Ra.” Danar bermaksud ingin menjitak kepala Tira tapi Tira sudah lari dan Danar pun mencoba mengejarnya.
          Haris hanya tersenyum melihat ulah mereka yang seperti Tom and Jerry.

***
       
          Akhirnya Tira bisa juga mewujudkan permintaan Rendi dan mimpi Adelia. Novel yang berisi kumpulan cerpen – cerpen sudah banyak terpajang di etalase - etalase toko buku. Baru dua minggu Novel itu di pasaran, ternyata sudah lebih dari 1.000 eksemplar yang terjual. Tira bisa melihat lagi senyum Adelia yang sempat hilang dari hidupnya setelah ditinggal Ardi. Kini Adelia kembali bersemangat melanjutkan mimpinya sebagai seorang cerpenis dan novelis.
          Karena kesuksesan  di Novel Perdananya, Penerbit pun meminta Adelia untuk menulis sebuah novel lagi. Adelia pun siap menandatangani kontrak dengan pihak penerbit. Ia berencana untuk menulis kisah cintanya dengan Rendi sebagai bukti kalau Ardi masih tetap ada di hati Adelia sampai kapan pun. Ia pun yakin kalau ceritanya dibuat dari kisah nyata, ceritanya mungkin akan lebih hidup dan bermakna.
          Sebagai tanda terima kasihnya , Adelia akan mengajak Tira, Danar dan Haris ke Bali untuk liburan akhir semester. Mereka bertiga sudah tidah sabar menunggu liburan akhir semester, semoga bisa menjadi liburan yang paling menyenangkan. Ternyata benar, di balik semua ini ada rencana Tuhan yang paling indah untuk Adelia yaitu mewujudkan mimpi Adelia yang sempat tertunda.
          “Kak Ardi, kakak udah nggak perlu khawatir lagi karena di sini aku bertiga akan ngejaga Kak Adelia. Semoga Kakak tenang di alam sana dan dapat tempat yang terbaik disisi-Nya. Amin ” Akhirnya Tira pun bisa meninggalkan pemakaman Ardi dengan hati tenang.
  
***
           





CeRpeN ^AkhiR ceRiTa ciNta^


Menurutku, aku termasuk cewek yang beruntung karena aku punya pacar yang super pefect. Namanya Raga, semua yang diidam – idamkan oleh seorang wanita ada di dia semua dan nggak salah kalau banyak wanita yang menginginkannya. Kadang aku juga bingung, mengapa dia bisa memilihku untuk menjadi pacarnya padahal masih banyak cewek yang lebih cantik dariku di luar sana. Aku memang harus berterimakasih kepada kakak tiriku “Rizky” karena dialah yang mengenalkanku padanya.
        Kita memang jarang bertemu tapi kita sudah saling komitmen untuk saling percaya. Bagiku, Raga adalah salah satu anugrah terindah yang diberikan oleh Tuhan. Tapi akhir – akhir ini ada yang berubah dari Raga. Dia tidak pernah menghubungiku lagi dengan alasan dia sibuk dengan pekerjaannya padahal nggak biasanya dia seperti itu. Sesibuk apapun dia, dia masih sempat kok menghubungiku walaupun hanya sebentar. Fiuhh, aku mencoba untuk positive thinking saja.
        Tumben – tumbennya Raga mengajakku ketemuan  sehabis pulang kuliah. Ada apa yach? Setelah jam mata kuliahku berakhir, aku langsung bergegas menuju cafe tempat biasa aku dan Raga ketemuan. Raga sudah menungguku di sana, tapi ada cewek yang duduk di sampingnya. Dia cantik dan anggun sekali, jika ia dibandingkan denganku, sepertinya aku tidak ada apa – apanya.  Jantungku tiba – tiba berdegup kencang, apa dia? Aku buang jauh – jauh prasangka burukku.
        “Sory lama. Udah dari tadi yach nunggunya?” Aku merasa bersalah karena aku sudah membuat mereka lama menunggu.
        “Kenalin, Ra ini Titan.” Raga mengenalkanku pada Titan.
        Perasaanku jadi tambah tidak enak karena aku tau tentang Raga dan Titan. Semoga ini bukan kabar buruk untukku.
        “Ini, Ga pacar lw?” Titan melihatku dari ujung rambut sampai ujung kaki seperti ada yang salah dengan penampilanku.
        “Iya, udah hampir setengah tahun kita jadian. Udah percaya kan lw?” Sepertinya Raga sedang meyakinkan Titan kalau aku ini adalah pacarnya.
        “OK, tapi bukan berarti kesempatan gw untuk dapetin lw berakhir sampai di sini kan?” Ternyata Titan belum juga menyerah untuk mendapatkan Raga. Titan adalah teman kerjanya Raga, sudah lama Titan mengejar – ngejar Raga tetapi Raga tidak pernah menghiraukannya. Menurut Raga, tipe cewek seperti Titan hanya melihat sesuatu dari sisi materinya saja. Titan pun pergi meninggalkan kami berdua. Sebelum ia pergi, ia memandangku sinis sekali tapi aku berusaha untuk  membalasnya dengan sebuah senyuman.
        “Sory yach, Ra. Capek – capek kamu datang ke sini Cuma untuk urusan nggak jelas.” Raga merasa tidak enak kepadaku.
        “Titan cantik yach, Ga?” Aku mengalihkan pembicaraan. Aku tau Titan itu siapa. Titan nggak akan pernah nyerah untuk dapatin Raga. Aku takut Raga tergoda olehnya.
        “Masih cantikan kamu kok?” Goda Raga.
        “Mata kamu minus yach?” Jawabku sinis.
        “Kamu ngomong apa sich, Ra? Aku nggak suka kamu ngomong kaya gitu?” Ujar Raga dengan nada serius.
        “Iya dech, maaf. Kamu tau nggak, Ga yang paling aku takutin saat ini apa?” Ku menatap mata Raga dalam – dalam. Aku takut sekali kehilangan Raga, aku takut ia meninggalkanku demi perempuan yang lebih baik dari aku. Secara Raga punya segalanya yang diimpikan oleh seorang wanita.
        “Kamu sudah nggak percaya yach sama aku?”
        Aku tersenyum pahit, “Aku nggak tau kenapa aku jadi takut banget kehilangan kamu. Banyak yang berubah dari kamu tapi aku nggak tau perubahan itu apa.”
        Raga memelukku erat, erat sekali sampai aku tidak ingin melepaskan pelukannya. “Kamu kebanyakan nonton sinetron yach?” Bisik Raga di telingaku.
        Aku menggelengkan kepalaku, “Maaf yach, aku juga nggak tau kenapa tiba – tiba jadi melankolis kaya gini.”
        “Ya udah yuk pulang. Tadi kamu sudah ijin sama Bunda belum? Entar Bunda kamu khawatir lagi sama kamu.” Raga mengantarkanku  pulang dengan motornya. Aku berharap suatu saat nanti aku akan bersanding dengannya. Dan aku akan menjadi orang yang paling beruntung  bila nanti aku benar – benar memiliki ia seutuhnya
***
        “Ga, kenapa kamu nggak pernah ngajak aku sich ke rumah kamu? Sekedar untuk ngenalin keluarga kamu ke aku? Setiap aku mau main ke rumah kamu untuk ketemu Ayah kamu pasti ada aja alasan. Sesibuk itu yach, Ga Ayah kamu sampai dia nggak mau luangin waktu untuk ketemu sama aku. ” Aku heran kenapa Raga tidak pernah memperkenalkan aku ke keluarganya padahal ia sudah akrab sekali dengan keluargaku terutama Bunda. Bundaku sudah dianggap seperti Bundanya sendiri karena Bundanya Raga sudah meninggal semenjak Raga duduk di kelas empat SD. Pernah aku ke rumahnya tapi setiap aku ke sana pasti Ayahnya Raga tidak pernah ada di rumah padahal hari itu hari libur.
        “Ra, selama ini ada yang aku sembunyiin dari kamu dan aku takut banget kalau kamu tau ini, kamu akan ninggalin aku.” Mengapa mimik wajah Raga berubah menjadi serius. Apa yang dia sembunyiin dari aku? Apa yang aku takutkan selama ini akan benar – benar terjadi padaku.
        Aku mengernyitkan dahiku, “Apa, Ga?”
        Sepertinya Raga ragu bercerita kepadaku, dari sinar matanya yang aku baca, sepertinya ia sangat takut kehilangan aku.
        “Kejujuran itu penting dalam suatu hubungan, Ga?” Aku mencoba meyakinkan Raga. Jantungku tiba – tiba berdegup kencang, aku takut hal buruk akan terjadi.
        “Aku bukan seorang Muslim, Ra.” Ujar Raga sambil tertunduk lesu. Ia tidak berani menatap aku.
        Semua yang aku impikan selama ini tiba – tiba hilang begitu saja. Mimpi jika suatu saat nanti aku akan bersanding dengan Raga dan aku akan menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini lenyap begitu saja.
        “Bukan maksud aku untuk membohongi kamu.”
        “Kenapa dari awal kamu nggak bilang sama aku. Kamu tau kan itu bisa jadi salah satu pertimbangan aku buat terima kamu apa nggak. Kenapa Kak Rizki juga nggak pernah bilang sama aku?” Aku benar – benar kecewa dengan Raga, yang aku tau selama ini keyakinan kita sama. “Kenapa kamu baru ngomong sekarang setelah aku udah benar – benar cinta sama kamu?”
        “Maafin aku, semua ini memang salah aku. Sekarang terserah kamu, kamu mau bawa kemana hubungan kita? Asal kamu tau aku juga cinta banget sama  kamu, aku nggak mau putus cuma gara -  gara ini.” Raga menatapku dalam – dalam, aku tau dia juga sama sepertiku. Ia idak ingin kehilanganku.
        “Maaf, Ga kayanya hubungan kita sampai di sini.” Jawabku dengan nada lemah. Aku mencoba untuk tegar, mencoba menahan air mata.
        “Ra, masa kita putus cuma gara – gara masalah kaya gini doang?” Sepertinya Raga tidak terima kalau aku ambil keputusan secepat ini.
        “Apa kamu bilang? Ini itu bukan masalah kecil, Ga? Ini masalah keyakinan, masalah prinsip hidupku. Aku nggak mau ngejalanin hubungan yang nggak mungkin aku bisa bawa ke hubungan yang lebih serius. Kamu pikir aku pacaran Cuma buat main – main  doang?”
        “Bukannya aku udah janji sama kamu, Empat tahun lagi setelah kamu menyandang gelar Sarjana . Aku bakal ngelamar kamu.”
        “Tapi nggak bisa, Ga. Keyakinan kita beda, jadi sebesar apapun keinginan kamu untuk serius sama aku. Tetap kita nggak bisa, aku yakin kamu juga ngerti.” Aku mencoba untuk sedewasa mungkin.
        “Akhirnya hal yang aku takutin terjadi juga. Semoga kamu dapetin orang yang lebih baik dari aku. Ya udah, udah malam neh. Entar Bunda kamu nyariin kamu lagi. Bolehkan aku antar kamu pulang?” Raga memandangku penuh harap.
        Aku mengangguk sambil tersenyum pahit. Aku sebenarnya nggak mau hubungan ini berakhir tapi kenyataannya hubungan ini memang harus diakhiri. Ini akan jadi malam minggu yang kelam bagiku.
        Aku pulang di antar Raga dengan motornya. Tiba-tiba saja jantungku berdegup kencang, mungkin karena yang selama ini aku takutkan akhirnya terjadi juga kepadaku. Aku harus kehilangan Raga, orang yang paling aku cintai hanya karena keyakinanku berbeda dengannya.  Peganganku semakin aku kuatkan ke pinggang Raga, aku peluk pungungnya dan aku sandarkan wajahku ke sana. Ini mungkin untuk yang terakhir kalinya aku bersama Raga karena sekarang dia sudah bukan milikku lagi.
Sambil mengendarai motornya, sesekali dia menoleh ke belakang untuk melihatku, mungkin dia merasakan betapa betapa besar cintaku dan sebenarnya aku pun tidak rela untuk melepaskannya.
        Tiba – tiba  bunyi keras dan goncangan hebat membuat aku kaget. Aku merasakan  sakit yang begitu  luar biasa di kepalaku, semua tiba – tiba gelap dan aku pun sudah tidak sadarkan diri lagi.
***
               
        “Sayang, kamu nggak apa – apa kan? Ini Mama sayang.” Ku lihat mama begitu khawatir dengan keadaanku.
        Aku melihat sekeliling ruangan tempat dimana aku terbaring lemah, aku berada di rumah sakit. Apa yang terjadi denganku? Aku teringat dengan Raga, bukannya semalam dia mengantarkanku pulang.
        “Ma, Raga mana? Apa yang terjadi sama kita, Ma?” Aku begitu cemas memikirkan Raga. Aku takut terjadi apa – apa dengan Raga.
        “Udah kamu nggak usah khawatirin dia lagi sayang. Dia udah tidur tenang sekarang. Kamu harus merelakan dia pergi.”
        “Mama pasti bohong, iya kan,Ma?” Aku menangis sekencang – kencangnya. “Mama, aku mau liat Raga sekarang. Ini pasti gara – gara kesalahanku. Aku jahat banget, Ma? Semalam aku putusin Raga, Ma dan sekarang aku benar – benar kehilangan Raga. Kehilangan dia untuk selama – selamanya.”  Kepalaku tiba – tiba pusing, semua terlihat kabur dan perlahan – lahan semua menjadi gelap gulita dan aku pun sudah tidak sadarkan diri lagi.
***
            Entah ini mimpi atau bukan? Di saat ku duduk seorang diri di sebuah tempat yang sangat indah, Raga menghampiriku. Dia memelukku erat seakan dia tidak mau kehilanganku.
        “Raga, ini kamu?” Aku masih nggak percaya kalau yang ada di depanku itu adalah Raga. Orang yang selama ini selalu mengisi hari – hariku.
        “Ra, aku seneng sekali di saat aku diijinkan Malaikat untuk meminta sesuatu.” Dadaku begitu lega di saat aku mendengarkan suaranya yang lembut.
        “Apa yang kamu pinta, Ga?” Aku menatap wajahnya dalam – dalam.
        “Aku begitu beruntung memilikimu karena kamu menuntun ku ke jalan yang benar, jalan menuju Syurga yang Abadi.”
        “Maksud kamu?” Aku tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Raga. Bukankah dia seorang Non Muslim.
        Raga tersenyum padaku, “Aku Muallaf, Ra. Di detik – detik terakhir kepergianku, aku mengucap Syahadat dituntun oleh Bunda. Aku melihat Bunda, Ra? Bunda begitu cantik sekali seperti bidadari yang turun ke bumi untuk menyelamatkan cinta kita.”
        Aku menangis terisak – isak di dada Raga. Aku memluknya erat, aku tidak ingin kehilangan Raga untuk kedua kalinya. Aku mendengarkan denyut jantung Raga, bukankah Raga sudah tiada?
        “Ra, aku diijinkan untuk menyandingmu di tempat yang lebih abadi, di Surga Cinta. Apakah kau mau menjadi pendampingku?” Raga seperti seorang Pangeran  yang ingin mempersuntingku sebagai seorang Tuan Putri.
        Aku tersenyum kepadanya, aku mengangguk pertanda aku pun mau menjadi pendamping hidupnya untuk selama – lamanya. Aku pun menyadari kalau aku sudah ada di dunia yang berbeda. Aku pun sudah tiada, tidak akan pernah aku pernah ku sesali keputusanku untuk menjadi pendamping hidup Raga. Walaupun aku harus mengorbankan semuanya, termasuk sisa hidupku di dunia. Aku tahu ini adalah salah satu rencana terindah yang Tuhan berikan untuk kita berdua. Terimakasih Tuhan karena Engkau telah memberikan kesempatan untukku untuk dapat memiliki Raga seutuhnya seperti cintaku  Kepada Mu yang tak akan sirnah oleh waktu.
***

KuMpuLan KamoeT^^

Ketika kamu berhenti memikirkan apa yang orang lain pikirkan, kamu dapat melangkah lebih jauh daripada yang kamu bayangkan.

Dalam hidup ini kita terlalu sering meremehkan kekuatan senyuman, padahal ia memiliki potensi untuk mengubah hidup seseorang.

Hidup mungkin tak sesuai dengan rencanamu, namun selama mereka sesuai dengan rencana Tuhan, hidupmu akan terencana dengan baik!

Salah satu pelajaran terbaik yg dapat kamu peroleh dari kesalahan masa lalu adalah kebijaksanaan masa depan.

Keputusan tersulit yg harus kamu buat adalah ketika kamu terlalu lelah tuk bertahan, tapi kamu terlalu cinta tuk melepaskan.

Jangan terlalu tergantung pada orang lain. Kamu lebih kuat dari yg kamu pikirkan, namun kadang kamu lupa tuk mempercayainya.

Jangan cepat puas hati bila berhasil dapatkan sesuatu yg diinginkan, Ada hal yg lebih sulit, mempertahankannya.

Hal terbaik tak terjadi begitu saja. Perlu waktu & pengorbanan. Kamu tak bisa melihat pelangi tanpa hujan.

Ketika kenangan menyedihkan hadir di benakmu, ia memang menyakitimu, tapi percayalah Tuhan memberikannya agar kamu lebih dewasa.

Tuhan memberimu hidup karena sebuah alasan. Berhentilah menanyakan pendapat orang lain bagaimana menjalankannya. Ini hidupmu

Seburuk apa pun masalahmu, ingat satu hal: masih banyak yang lebih buruk. Kamu bukan yang terburuk.

Terkadang hal yg bisa kamu lakukan adalah bertahan, tak peduli bagaimana sakitnya, karena akan lebih sakit jika kamu kehilangannya.

Jangan pernah meremehkan orang lain, terkadang orang yg kamu butuhkan adalah mereka yg pernah kamu remehkan. Tetap rendah hati

Jangan pernah menyesali masa lalumu, satu-satunya hal yg harus kamu sesali adalah waktu yg telah terbuang tuk orang yg salah. Percaya diri, berpikir sebelum bertindak, lakukan yang terbaik.

Tak perlu menemukan seseorang yg sempurna tuk hidupmu, temukan seseorang yg menyadari betapa beruntungnya mereka memiliki kamu.
Kegagalan adalah hal yg biasa. Kegagalan bukan berarti Tuhan menghukummu, namun Tuhan hanya mengarahkanmu kembali.

Dalam hidup ini, ada 2 hari yg tak akan kamu lupakan. Hari kamu dilahirkan dan hari kamu menyadari tuk siapa kamu dilahirkan.

Ketika kamu merasa tak ada yg peduli tentangmu. Bercerminlah, orang yg kamu lihat, membutuhkanmu lebih dari siapapun!

Hidup memang penuh resiko, dan tak ada alasan tuk berdiam pun menghindarinya. Berbuatlah selagi Tuhan masih memberikan waktu

Malaslah untuk mengerjakan yg buruk, dan rajinlah untuk mengerjakan yg baik serta membawa manfaat bagi banyak orang.

Ketika kamu menghindari masalah, ia akan bersamamu lebih lama. Namun ketika kamu hadapi, ia akan membuatmu lebih bijaksana.

Jangan biasakan dirimu tergantung pd orang lain. Kamu akan jadi lebih kuat ketika tak seorangpun yg bisa diandalkan selain kamu

Hidup ini memang banyak pilihan, namun kamu tak harus memilih apa yg terlihat terbaik. Pilihlah yg membuatmu bahagia.

Tuhan tidak hanya menjawab doa kita dengan "Ya" atau "Tidak." Terkadang jawabannya adalah... "Tunggu."

Jika Tuhan belum menjawab doamu, bersabarlah. Jangan biarkan seorangpun membuatmu mengeluh hingga kamu lupa Tuhan itu ada!


Jangan terus terjebak dengan masa lalumu, Kamu mampu melaluinya jika kamu mau berhenti fokus pd mereka dari masa lalu.

Jangan tinggalkan Tuhan tuk sesuatu. Dalam hidup sesuatu akan tinggalkanmu. Tapi Dia tak akan pernah tinggalka

Apapun yang kita impikan akan terwujud jika kita yakin bahwa kita bisa. Keraguan hanya akan menghancurkan impian nmu

Tuhan selalu memberikan apa yg kamu butuhkan, bukan yg kamu inginkan. Masalah yg datang hanya proses pendewasaan diri.

2 Kunci utama menuju kesuksesan: Percaya kepada Tuhan. Percaya kepada dirimu sendiri. -Tuhan selalu memiliki tangan yg penuh rahmat, namun terkadang tanganmu terlalu penuh dengan hal-hal lain tuk dapat menerimanya.

Masalah adalah hal yang biasa, namun tak peduli apapun masalahmu, percayalah, kamu tak sendiri karena Tuhan selalu bersamamu.

Hidup akan mengajarkan segala hal padamu, jika kamu bersedia untuk belajar.
Ketika kepercayaan telah diberikan kepadamu, jagalah! Karena jika dirusak, sulit untuk bisa mendapatkannya kembali.
Mereka yg bertanya tentang masa lalumu biasanya punya masalah denganmu saat ini. Lupakan masa lalumu, Tunjukkan masa depanmu.
Dari pengharapan kita belajar tentang keyakinan, dengan keyakinan, kita percaya akan keindahan masa depan.


Tuhan akan memberikan apa yg kamu inginkan, jika apa yg kamu inginkan adalah sesuatu yg telah Tuhan persiapkan untukmu
Kamu akan bertambah kuat dan dewasa jika kamu bersedia melepaskan orang-orang yg selama ini menahan dirimu
Tuhan akan jadikan kamu
seorang pemimpin, ketika Dia tahu dibawah kepemimpinanmu seseorang akan slalu berbicara jujur dan benar.

Buat keputusan dengan bijak, kemudian yakini dan jangan pernah menyesal. Keyakinan = kemenangan; Keraguan = kekalahan.
Cara termudah untuk kecewa: mengharap balasan & penghargaan dari orang lain atas setiap kebaikan yang kau lakukan.
Upayakan apapun dengan baik dan jujur agar mendapat kepercayaan. Karena kepercayaan jauh lebih berharga daripada sekadar pujian.
Tuhan akan tunjukkan jalan ke tempat yg ingin kamu tuju, jika tempat yg kamu tuju adalah tempat dimana Dia ingin kamu berada.
Jangan mengeluh apa yg dirusak oleh musuhmu, karena mereka membantu menghancurkan yg lama tuk dapat dibangun sesuatu yg baru.
Jangan meminta maaf karena orang lain menyadari kesalahanmu, tapi karena


KAMU menyadari kesalahanmu.
Tuhan punya rencana tersendiri tuk setiap orang. Tuhan telah berikan segala yg dibutuhkan tuk meraih impianmu. Pergunakanlah
Ketika kamu menaruh harapanmu kepada Tuhan, kamu tak akan pernah dikecewakan. Yakin dan percayalah padaNya

Ketika kehidupan tidak kamu jalani dengan penuh kesungguhan, maka kamu akan menjalaninya dengan penuh kelemahan.
Tuhan tidak memberikan semua yang kamu inginkan, tapi Ia selalu memberikan apa yang kamu butuhkan.
Apa yg kamu lakukan tuk Tuhan tak akan selalu masuk akal bagi siapapun, namun jangan pernah berhenti melakukannya. Teruskanlah!
Ketika Tuhan mengizinkan seseorang muncul sebagai musuhmu, itu karena Tuhan tahu bahwa kamu telah siap menghadapinya.
Ketika kamu mendapatkan sesuatu yg tak diinginkan. Terimalah dengan lapang dada, karena Tuhan tahu yg terbaik bagimu.
Tak ada yg salah dengan
khayalan, karena hidup penuh dengan ilusi. Namun tuk mampu merealisasikannya membuatmu bahagia.
Berani berkata, berani mencoba, berani berusaha, dengan bantuan doa, percayalah semua indah pada waktunya.
Ketika kamu berhenti mengejar apa yang bukan untukmu, maka Tuhan akan mempertemukan kamu dengan apa yang baik untukmu.
Tak peduli apa yg tlah hilang dalam hidupmu, selama kamu masih mampu bersyukur pada Tuhan, kamu tak kehilangan apapun.
Kamu tak dapat hidup sendirian. Peduli kepada sesama, karena suatu saat kamu akan butuh seorang yg peduli dan perhatikan kamu
Niat + Usaha = Hasil. Tetapi yg terpenting bukanlah hasilnya, melainkan niat yg tulus dan kesungguhan dalam berusaha
Masalah adalah cara Tuhan memberikan kamu sebuah pelajaran dan pelatihan tuk jadi seorang yang bijaksana.
Jangan pernah mengeluhkan masalah, Tuhan mengirimnya agar kamu bisa belajar sesuatu yg baik atau meninggalkan sesuatu yg buruk.
Terkadang kamu terhambat dimana kamu berada karena Tuhan tahu ada badai ditempat yg sedang kamu tuju
Jangan pikirkan mereka yg membencimu, mereka hanya iri padamu. Tak peduli siapa menyukaimu, yg penting adalah Tuhan mengasihimu.
Hidup ini penuh perjuangan. Setiap perjuangan selalu membangun karaktermu. Mereka melemahkanmu hanya tuk memperkuatmu
2 Tantangan dalam menjadi dewasa: Menjadi apa yang orang lain inginkan, atau Menjadi apa yang kau inginkan. –



Saat kau membalas kecurangan dengan amarah dan sumpah serapah, saat itulah musuhmu akan menang.
Lakukan yg terbaik dan penuh semangat untuk perubahan yg lebih baik.
Pembalasan terbaik terhadap kecurangan adalah kejujuran, keadilan, dan teladan yang baik.


Memaafkan adalah salah satu cara tuk dapatkan kedamaian jiwamu. Belajarlah memaafkan dan lanjutkan hidupmu. Maafkan tuk melupakan.
Kualitas kehidupan seseorang ditentukan dari kedekatannya dengan Tuhan dan kemauan berusaha dalam kehidupan
Kejujuran sesungguhnya bukan terletak di mulut tetapi di hatimu. Cukup rasakan dan ikuti maka kebahagiaan menantimu. -
Setiap orang punya masalah yg berbeda. Jangan membandingkan masalah kamu dengan yg lain. Pecahkan masalahmu sendiri. –
Mulailah harimu dengan senyuman, karena senyuman adalah pembuka yang sangat manis untuk hidupmu yang indah.
Jangan menghitung seberapa sering kau memaafkan seseorang. Hitunglah seberapa sering Tuhan memaafkanmu.
Kebahagiaan tak datang dari mendapatkan sesuatu yg tak pernah kamu miliki, namun dari menghargai sesuatu yg telah kamu miliki. Berikan yg terbaik yg kamu bisa dengan
apa yg kamu punya dan kamu akan dapat lebih dari yg kamu butuhkan ketika kamu butuhkan

Terkadang sulit memutuskan tuk berbohong demi sebuah senyuman atau jujur namun membawa air mata. Apapun itu, ikuti kata hatimu.
Jangan menyesali satu haripun dalam hidupmu. Kenanglah hari baik yg tlah memberi kebahagiaan, hari buruk yg memberimu pengalaman
Berhenti bermimpi tuk memiliki hidup seperti orang lain, tapi lakukan apapun tuk jadikan hidupmu lebih baik.

Jangan berhenti berupaya ketika menemui kegagalan. Karena kegagalan adalah cara Tuhan mengajari kita tentang arti kesungguhan.
Tuhan memuliakan mereka yang bekerja keras, dan modal utama umtuk keberhasilan adalah kerja keras yang diiringi doa.
Dalam hidup ini, jadilah seperti Matahari, kamu mungkin terbenam, namun besok kamu akan terbit kembali. Bangkit dan bersinar!